Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Rendam sebagian wilayah Desa kamurang .

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T13:04:41Z

KARAWANG, TONGKOSONG || Banjir tahunan kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, yang hampir setiap musim hujan harus menghadapi persoalan serupa tanpa solusi jangka panjang yang jelas.

‎Curah hujan tinggi yang mengguyur Karawang selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Kali Bawah Ciherang meningkat drastis hingga meluap ke permukiman dan badan jalan. Akibatnya, banjir merendam rumah warga serta melumpuhkan akses jalan utama Kamurang–Gombol Nangka, jalur vital penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Kamis (29/1/2026) ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas. Kondisi ini praktis mengisolasi warga dan menghambat distribusi barang, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Pada Jumat (30/1/2026), air terpantau mulai surut, namun lumpur dan kerusakan infrastruktur masih menyisakan persoalan serius.

‎Komarudin, Kepala Urusan Keuangan Desa Kamurang, saat ditemui di lokasi banjir menyampaikan bahwa peristiwa ini bukan kejadian baru. Ia menegaskan, banjir di wilayah tersebut telah menjadi masalah tahunan yang belum tertangani secara komprehensif.

‎“Banjir ini sudah menjadi langganan setiap musim hujan. Beberapa titik di Desa Kamurang selalu terdampak, bahkan bukan hanya di desa kami, sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang juga mengalami hal yang sama. Curah hujan yang intens membuat Kali Bawah Ciherang meluap dan menjangkau pemukiman serta akses jalan utama,” ujarnya.

‎Menurut Komarudin, selain merendam rumah warga, dampak paling krusial dari banjir ini adalah terputusnya akses jalan Gombol Nangka–Kamurang, yang hampir tidak bisa dilalui sama sekali. Kondisi tersebut memaksa warga menggunakan jalur alternatif Kalenetek–Sarengseng, yang jaraknya lebih jauh dan tidak semua kendaraan bisa melintas dengan aman.

‎Pemerintah Desa Kamurang mengaku telah berulang kali menghadapi situasi serupa, namun hingga kini belum ada penanganan permanen yang mampu memutus siklus banjir tahunan. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta peninggian jalan dinilai masih sebatas wacana.

‎“Kami atas nama Pemerintah Desa Kamurang turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Kami memohon kesabaran masyarakat karena kondisi ini belum sepenuhnya pulih. Namun yang terpenting, kami berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat bisa turun langsung meninjau lokasi dan mencari solusi konkret, bukan sekadar penanganan sementara,” tegas Komarudin.

‎Ia menambahkan, tanpa intervensi serius dari pemerintah di atas desa, warga Kamurang akan terus menjadi korban banjir berulang yang menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

‎Peristiwa banjir di Desa Kamurang kembali membuka pertanyaan besar soal tata kelola sungai, sistem drainase, serta perencanaan infrastruktur di Kabupaten Karawang. Jika banjir terus berulang setiap tahun tanpa solusi permanen, maka risiko kerugian sosial dan ekonomi akan semakin besar.

‎Masyarakat berharap, momentum banjir kali ini tidak hanya berakhir pada pendataan dan bantuan darurat, tetapi menjadi awal evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan daerah aliran sungai Kali Bawah Ciherang dan pembangunan akses jalan yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.

‎Tanpa langkah nyata dan berkelanjutan, banjir tahunan di Desa Kamurang dikhawatirkan akan terus menjadi masalah klasik yang diwariskan dari tahun ke tahun, sementara warga hanya bisa pasrah menunggu air surut setiap musim hujan tiba.

‎*Nandang*