Karawang.TongkosongKritis ][ Akses pendidikan kesetaraan terus menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan, PKBM AL MUHAJIRIN yang berlokasi di wilayah Cilamaya Kulon tetap berkomitmen memberikan layanan belajar bagi warga.
Lembaga ini memiliki status terakreditasi B dengan NPSN P9994592. Keberadaannya cukup mudah dikenali karena berada satu area dengan papan nama Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cilamaya Kulon.
Dari pantauan di lapangan, PKBM AL MUHAJIRIN menempati satu lokasi yang menyatu dengan rumah kediaman pengelola. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan tertib dan fokus.
Ketua Yayasan PKBM AL MUHAJIRIN, H. Ali, saat dimintai keterangan oleh Tongkosongkritis pada Kamis (27/8/26) membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya keterbatasan ruang tidak menyurutkan semangat pembelajaran.
"Betul untuk ruangan kegiatan belajar mengajar satu pintu atau satu atap dengan rumah kediaman kami, namun KBM sangat fokus walau dikeadaan seperti ini," ujar H. Ali.
Ia menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di PKBM AL MUHAJIRIN termasuk kategori non reguler. Hal ini disesuaikan dengan kondisi waktu dan peserta didik.
Untuk jadwal belajar sendiri dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Dengan hanya dua hari dalam seminggu, PKBM berupaya memaksimalkan waktu agar materi dapat tersampaikan dengan baik.
"Untuk pembelajaran termasuk non reguler karena sabtu dan minggu hanya dua hari," lanjut ketua yayasan.
Saat ini jumlah peserta didik di PKBM AL MUHAJIRIN mencapai kurang lebih 100 siswa. Angka tersebut menunjukkan tingginya animo warga untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan.
Untuk mendampingi para peserta didik, PKBM memberdayakan 8 orang tutor. Para tutor ini memiliki peran penting dalam membimbing, mengajar, sekaligus memotivasi siswa agar tetap semangat belajar.
Dengan jumlah tutor yang terbatas, pembagian kelas dan mata pelajaran dilakukan secara efektif. Tujuannya agar setiap siswa tetap mendapatkan perhatian dan bimbingan yang layak.
Di tahun ajaran ini PKBM AL MUHAJIRIN juga membuka pendaftaran peserta didik baru. Namun jumlah yang diterima tidak terlalu banyak.
"PKBM ini menyaring peserta didik baru cuma mendapatkan 15 siswa saja," jelas H. Ali mengakhiri keterangannya.
Proses penyaringan dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran. Dengan jumlah yang tidak terlalu besar, diharapkan interaksi antara tutor dan siswa bisa lebih intensif.
Keberadaan PKBM AL MUHAJIRIN sangat membantu warga Cilamaya Kulon dan sekitarnya yang terkendala melanjutkan pendidikan ke jalur formal karena faktor usia, ekonomi, maupun waktu.
Program Paket A, B, dan C yang diselenggarakan menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengejar ijazah kesetaraan. Ijazah tersebut memiliki kedudukan yang sama dengan ijazah sekolah formal.
Meski berada di satu atap dengan rumah kediaman, suasana belajar diupayakan kondusif. Kedisiplinan dan semangat belajar dari para siswa menjadi kunci utama.
Dukungan dari keluarga, tutor, dan pengelola yayasan juga menjadi faktor penting. Sinergi ini membuat kegiatan belajar tetap berjalan meski dengan sarana yang sederhana.
Ke depan, pihak yayasan berharap PKBM AL MUHAJIRIN bisa mendapatkan dukungan lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar sarana dan prasarana bisa ditingkatkan.
Komitmen PKBM AL MUHAJIRIN membuktikan bahwa keterbatasan ruang dan waktu bukanlah penghalang. Dengan semangat gotong royong, pendidikan kesetaraan tetap bisa diakses oleh siapa saja yang ingin belajar.
*Nandang Junaedi*

